Rabu, 23 Maret 2016
Sebagai wanita normal pada umumnya, tentu saya berharap dapat menemukan calon imam yang tampan. Tampan maupun cantik sendiri tidak ada ukuran bakunya. Ya pokoknya itulah.
Saya tidak akan membahas mengenai keimana ataupun akhlak karena itu diluar kemampuan saya dan saya tidak ingin menjadikan hal itu patokan mutlak sebab saya sendiri belum tentu layak memberikan standar tentang iman dan akhlak tersebut. Saling memperbaiki diri saja dulu.
Pria tampan menurut saya adalah pria rapi (berseragam dan bersih). Berseragam artinya dalam keadaan sedang bekerja untuk mencari sesuap nasi bagi calon istrinya, bersih artinya dapat menjaga apa yang tengah ia pakai sehingga terlihat indah untuk dipandang.
Karena tampan itu relatif jadi tampan menurut saya tidak bisa disamakan dengan mereka. Tapi satu hal yang lebih penting dari sekedar tampan adalah kenyamanan. Karena saya tidak akan puas hanya dengan melihat ketampan calon iman saya (ketampanan tidak kekal). Karena itu saya memilih calon imam saya dengan hati bukan dengan rupa. Setampan apapun dia, jika hati saya tidak berdebar kencang saat melihatnya itu pertanda bahwa dia hanyalah vitamin mata bukan vitamin hati (calon imam).
Salam untuk calon imam masa depanku yang masih dijaga dengan baik oleh-Nya.
Saya tunggu lho :D
Selasa, 22 Maret 2016
Hari ini saya cukup sedih setelah membaca salah satu berita kekerasan pada Bapak supir g**** yang baru saja terkena musibah (dikeroyok). Maaf sebelumnya, saya sama sekali tidak berniat untuk menyindir ataupun menggurui. Rezeki itu sudah ada yang mengatur, jika memang belum rezeki kita ya jangan menyalahkan orang lain bila mereka mendapatkan rezeki lebih. Itu tandanya mereka lebih berusaha dari kita. Mereka juga sama seperti kita, butuh uang untuk menghidupi diri sendiri dan keluarganya. Selama cara mereka masih wajar dan tidak ada unsur kecurangan saya rasa itu sah-sah saja. Jika anda merasa tidak adil, artinya anda kurang bersyukur dan berusaha.
Anda menyebut hal tersebut sebagai rasa setia kawan? Sampai-sampai mereka (teman seprofesi) yang dari rumah sudah berniat untuk mencari rezeki juga menjadi sasaran anda (diajak untuk mogok kerja). Lebih bijaklah dalam mengambil keputusan, jangan sampai justru merugikan orang lain.
Hidup ini memang keras, tapi bukan berarti harus ditanggapai dengan kekerasan pula, saya selalu percaya bahwa 'rezeki itu tidak pernah tertukar', jadi mohon untuk tidak "mengkambinghitamkan" orang lain. Sungguh itu bukanlah hal yang pantas untuk banggakan, tidak malukan anda atas apa yang telah anda lakukan?
Tanpa mengurangi rasa hormat, saya mohon maaf. Terima kasih
Saya juga ingin mengucapkan turut berduka dan semoga keluarga korban diberi ketabahan, kesabaran dan limpahan rezeki. Amiinn.
Kamis, 17 Maret 2016
Salah satu pertanyaan yang sering muncul saat hendak melamar pekerjaan yaitu apakah bakat atau keahlian anda?
Apa yang harus saya jawab?
Keahlian itu yang seperti apa ya? Apakah kita bisa disebut ahli kalau sudah sangat menguasai atau yang bagaimana? Kalau cuma sekedar bisa atau bisa sedikit itu namanya apa?
Sejujurnya bukan saya tidak mensyukuri keahlian yang saya miliki, hanya saja menurut saya saat ini keahlian saya sangat minim bila dibandingkan dengan orang lain. Apalagi jika untuk bersaing dengan pencari kerja yang lain, tentu saja saya masih harus banyak belajar.
Salah satu hal yang saya banggakan saai ini adalah bakat atau keahlian saya dalam bermimpi. Yups, MIMPI. Apalagi hal yang paling mudah selain bermimpi, bermimpi itu gratis lho, gak ada syarat harus punya ini itu, gak harus bisa bahasa Inggris, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Cara menggapainya itu yang tidak mudah, tapi kalau hidup ini mudah maka tidak ada SENInya. Karena itu butuh keteguhan hati untuk menggapainya, bahkan bila orang-orang menganggap hal itu konyol. Ingatlah bahwa orang besar itu berawal dari MIMPI.
Kamis, 03 Maret 2016
Sejujurnya begitu banyak hal yang ingin ku raih dalam hidup yang singakt ini. Sampai pada akhirnya bahkan tidak sedikit yang terlupakan karena untuk memulainya saja masih belum tau jalan mana yang harus dilewati.
Satu kalimat yang sering terlintas dipikiranku yaitu "kadang jalan yang salah akan membawamu ke arah yang benar", setidaknya inilah yang membuatku bertahan hingga saat ini. Aku bukan orang yang lemah, bukan orang kuat, aku bukan orang sial, aku bukan orang beruntung, bukan orang miskin, bukan orang kaya, bukan orang bodoh dan bukan orang pintar. Aku hanyalah aku, aku tau apa yang ada pada diriku dan tak perlu MENERIAKAN siapa aku kepada orang lain. Aku sangat mensyukuri semua yang ada pada diriku.
AKU memiliki jalanku sendiri untuk menggapai apa yang aku inginkan. Iya, jalan yang berbeda dari orang lain, kenapa? karena sifat egoisku yang menuntunku melangkah pada jalan yang menyenangkan, bukan pada jalan yang seharusnya kulalui. Satu hal yang dapat ku katakan, setidaknya seperti itulah sekarang jalan yang tengah kulewati, untuk esik, lusa dan hari-hari yang akan datang, entah,,,
Begitu banyak pilihan dan kesempatan, memutuskan sesuatu hal yang kau sendiri belum tau akan dibawa kemana ujungnya bukanlah perkara mudah. Tentu saja bukan tanpa pertimbangan. Memang begitu terburu-buru dan egois, tapi sabarlah! Sungguh bukan ini yang aku inginkan, bukan maksud mengorbankan kalian tapi tunggulah sedikit lebih lama. Sedikit lebih lama! Karena aku bukan mereka, aku adalah aku, tolong jangan membuat hal ini menjadi lebih berat.
Beberapa hari lalu ada hal konyol yang kulakukan, dan ternyata hari ini ada jawaban dari hal konyol itu, cukup menggiurkan dan mungkin cara itu bisa membuat kalian tidak perlu menunggu lebih lama, tapi,,, selalu ada resiko dibalik sebuah pencapaian. Karena itu kuminta tuk menunggu sedikit lagi, kan kutempuh cara yang baik supaya suatu hari nanti aku bisa menunjukan dengan bangga apa yang telah aku capai.
dear,
You
Langganan:
Postingan (Atom)



