Senin, 29 Februari 2016

Beberapa hal yang tidak  bisa saya kendalikan yaitu cinta, kesehatan, dan air mata. Kadang air mata bukan hanya mengisaratkan kesedihan tapi juga bagian dari kebahagian. Kita tidak harus punya alasan untuk meneteskan air mata, jika saatnya tiba, biarkan ia membasahi pipi ini. 

Mengapa?

Apakah orang sukses adalah mereka yang bekerja di perusahaan?
Apakah orang suskes adalah mereka yang mengenakan baju rapi, berdasi, berjas?
Apakah semua orang harus memimpikan hal yang sama yaitu menjadi salah satu dari mereka yang bekerja di gedung bagus dan mewah?
Apakah orang sukses adalah mereka yang tiap bulan mendapatkan gaji tinggi?

Tidak bisakah orang yang bekerja dengan penuh keringat, badan penuh lumpur atau debu dikatakan sebagai orang sukses?

Kawan, ingatlah satu hal "Sukses bukan hanya dilihat dari hal-hal tersebut, ada banyak cara untuk menikmati kesuksesan tanpa memandang kedudukan, jabatan, kekayaan. Dan aku punya cara tersendiri untuk menikmati kesuksesanku. Hargailah caraku dan akupun selalu menghargai caramu"

Hhmm

Salah satu siklus hidup yang harus dilewati oleh manusia adalah tumbuh dan  menua. Ada berbagai hal yang harus dilalui sebelum kita menuju titik puncak yaitu kematian. Disinilah cerita-cerita klasik itu muncul, mulai dari bayi - balita - remaja - dewasa. Salah satu kisah klasik yang akan dilewati dengan penuh perjuangan (bagi yang merasa bahwa hidup adalah perjuangan), yaitu momen-momen menyenangkan sekaligus menyebalkan yang tak bisa terhindarkan. Misalnya saat kita sekolah maka pertanyaan yang selalu muncul adalah apakah nilai kita bagus? kapan lulus? lanjut kuliah dimana? Jangan senang dulu kawan, ini adalah awal dari rentetan pertanyaan-pertanyaan klisik yang akan segera kalian rasakan senasi selanjutnya. Pertanyaan baru yang akan muncul yaitu kuliah dimana? ambil jurusan apa? kapan lulus? Sabar kawan, masih banyak pertanyaan sadis lainnya. Setelah lulus, kerja apa? dimana? kapan nikah? dan seterusnya dan seterusanya dan seterusnya DAN SETERUSNYAAAA...
Kenapa pertanyaan yang begitu mudah dapat menjadi momok yang begitu menyeramkan bagi seseorang yang mendapatkan pertanyaan? Jawabannya silahkan anda komentar sendiri. Udah itu doank.

Sabtu, 20 Desember 2014

Pesona Cagar Alam Gunung Gamping



Cagar Alam Gunung gamping, Yogyakarta.

Tarik wisatawan melalui upacara tradisional Saparan Bekakak


Kawasan Cagar Alam Gunung  Gamping  terletak di Desa Ambarketawang Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.  Selain menjadi objek wisata sejarah, Cagar Alam Gunung Gamping juga menawarkan wisata mistik. Disebut wisata sejarah karena Cagar Alam Gunung Gamping merupakan peninggalan Batu Gamping yang terbentuk 50 juta tahun lalu. Cagar Alam Batu Gamping ini berupa terumbu karang yang mengandung kapur (CaCO3) dan banyak di jumpai fosil jenis Moluska, Koral, Bryozoa Foraminifora.
Kegiatan tahunan yang kerap di adakan di Cagar Alam Gunung Gamping  yaitu Upacara Tradisisonal Adat Saparan Bekakak yang di laksanakan setiap akhir Bulan Sapar (dalam penanggalan Jawa). Kawasan seluas 1, 084 ini Ha ramai di kunjungi ketika upacara Saparan Bekakak berlangsung.
Upacara Saparan Bekakak merupakan acara ritual penyembelihan sepasang pengantin bekakak yang bertujuan memohon keselamatan warga Gamping. Acara Saparan Bekakak ini bermula dari kisah meninggalnya Kyai dan Nyi Wirasuta beserta warga lain akibat longsornya Gunung Gamping. Setiap Bulan Sapar  kejadian tersebut berulang kembali dan menewaskan warga sekitar. Sejak itu Sultan Hamengku Buwono 1 memberi titah untuk membuat bekakak dari beras ketan yang di maksudkan untuk menggantikan Kyai dan Nyi Wirasuta supaya tidak terjadi lagi longsor di Gamping.
Diawali dengan rombongn Kudo Wiro Manggolo dan Kuda Pengiring, Prajurit Bregedo Gamping Tengah, rombongn Bekakak, Santri embawa Tirto Donojati, Blegedo Kijang Kidul , gunungan buah-buahan dan para peserta yang ikut memeriahkan acara ini. Ada juga patung Gtanderuwo yang merupakan simbol kejahatan. Setelah beriringn menuju Gunung Gamping, tiba pada acara inti yaitu penyembelihan pasangan pengantin bekakak dan di akhiri dengan berebut gunungn buah-buahan setelah gerbang pembatas di buka.

Kamis, 13 November 2014

13 November 2014

Akhir-akhir ini hidupku lurus-lurus aja. Mungkin karena ada hujan, rasanya semua penat jadi luruh bersama aliran air yang jatuh ke bumi.
Aku menikmati kesendirianku. Sesungguhnya ada banyak hal yang ingin aku lakukan dalam hidup ini, tapi masih malas untuk mewujudkannya. Bukan karena apa-apa, hanya saja aku merasa enggan memulai sesuatu yang baru. terlalu banyak yang harus disiapkan dan aku terlalu banyak berfikir. 
Kadang aku ingin ini, ingin itu, tapi ya cuma keinginan semata. Saat ini aku hanya ingin fokus pada penyelesian study ku. setelah itu, ah itu nanti saja dipikirkan. Bukan karena aku ingin menjaadi air yang mengalir, namun karena terlalu banyak rencana dalam hidupku sehingga aku jadi tidak fokus. Selain itu banyak hal yang harus aku pertimbangkan. Alangkah indahnya hidup ini jika apa yang kita inginkan mudah untuk terwujud. Maaf, bukan aku kurang bersyukur pada Tuhan, hanya saja aku ingin sesekali meluapkan resah yang ada dihati ini. 
Ada masanya orang berada pada titik jenuh, mumgkin inilah masaku. titik.

Kamis, 23 Oktober 2014

Sepi

Tak ada kata apalagi canda
sejauh ku melangkah hanya ada tarian pepohonan
hanya ada jalan menjerit kepanasan

Kucoba mencari secerca cahaya
namun yang kudapat hanya senyum indah bunga taman

Kulangkahkan kaki lebih jauh
berharap temukan apa yang ku cari
tapi hanya celotehan burung yang ku dapati
tak ada kawan

Di dunia seluas ini aku sendiri
menyusuri jalan dengan berani

Elang


Terbang membentang menuju seberang
Tak pernah gentar melawan aral dan rintang
Tuk satu tujuan
Menang
Elang
Jiwa tenang bagai Air
Menembus waktu terus bergulir
Andai dunia memberi waktu tuk berfikir
Seribu prestasi kan ku ukir